Tips memilih buku Islam yang Terpercaya - Sebagai seorang muslim kita memang diharuskan banyak untukemmbaca buku-buku Islam untuk menambah keimanan kita. Namun apakah buku-buku Islam yang kita baca adalah buku yang benar, dalam arti isinya benar-benar bersumber dari dua pusaka umat Islam yaitu Al-Qur'an dan As-Sunnah? Apalagi buku Islam ini kita baca dan akan kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika buku itu mengandung kekeliruan maka kita yang akan mendapatkan dosanya.
Untuk memilih buku-buku Islam dan pengetahuan tentang keislaman yang benar, kita harus memperhatikan beberapa hal sebelum kita membelinya. Hal ini selain masalah kekeliruan yang mungkin terjadi, harga buku juga tidak murah lho... Oleh karena itu berikut ini beberapa tips dalam memilih buku Islam yang terpercaya:
1. Cermati Judul dan Penulisnya
Judul dan penulis adalah salah satu hal yang sangat penting dalam memilih buku yang akan kita beli. Kita harus mencermati judul buku yang akan kita beli sehingga tidak keliru, karena banyak sekali penulis-penulis buku Islam yang memiliki karya lebih dari satu.
Selain judul, sang penulis juga harus kita cermati. Jika kita membeli buku Islam terjemahan, biasanya penulis-penulisnya sudah terkenal seperti Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Ibnu Katsir, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, dan lainnya. Jika kita yakin bahwa penulis tersebut adalah ulama atau penulis yang direkomendasikan, maka kita bisa langsung membelinya. Namun jika kita agak ragu, maka kita harus mencari tahu siapakah penulis tersebut, bagaimana biografinya dan seterusnya sehingga kita yakin bahwa buku karangannya aman dan tidak keliru. Kenali buku yang akan dibeli, konsultasikan pada ustadz atau orang yang mengetahui kandungan buku.
Jika ingin membuat perpustakaan pribadi, mulailah mengoleksi buku-buku yang mengajarkan pemahaman Islam yang lurus dan bersih dari penyimpangan. Miliki buku-buku karya ulama-ulama besar yang dikenal ilmu dan kesholehannya. Seperti karya Ibnu Qudamah Al-Maqdisi, Ibnu Abdil Bar, Adz-Dzahabi, Ibnu Taimiyah, Ibnu Katsir, Ibnul Qoyyim, Ibnu Rojab, Ibnu Hajar, Asy-Syaukani, dan lainnya.
2. Pilihlah buku yang teliti dalam menyebutkan nash dengan akurat. Hadits yang dicantumkan disertai sumber dan kualitas shahih atau dho’ifnya.
3. Jika hendak membeli buku yang tidak dikenal penulisnya, teliti dulu muqoddimah, daftar isi, dan beberapa halaman buku untuk mendapatkan gambaran ‘gizi’ dalam buku tersebut.
4. Jangan sampai terkecoh desain sampul yang menarik dan cetakan yang eksklusif.
Perhatikan kualitas cetakan, sampul, dan isinya. Tidak rusak, kotor, salah cetak (halaman terbalik, kurang, terhapus, dan sebagainya).
5. Jika buku yang dibeli mencantumkan daftar salah cetak atau salah tulis, segera pindahkan koreksi tersebut pada tempatnya. Supaya tidak salah baca.
6. Lihat Penerbitnya
Di Indonesia banyak sekali penerbit buku-buku Islam bermutu yang mereka biasanya menerbitkan buku setelah melalui pengkajian secara mendalam terhadap naskah-naskah yang akan diterbitkan. Ada juga penerbit buku umum yang turut menerbitkan buku agama Islam. Jika kita akan membeli kitab terjemahan, biasanya kitab-kitab tersebut diterbitkan oleh lebih dari satu penerbit.
7. Bandingkan Harganya
Urusan harga memang termasuk hal yang penting karena menyangkut masalah isi kantong :D. Seperti yang sudah ditulis diatas bahwa untuk buku-buku terjemahan dari penulis terkenal biasanya ada beberapa penerbit di Indonesia yang menerbitkannya. Untuk itu kita bisa memilih buku terbitan mana yang akan kita beli, sesuai dengan kemampuan keuangan kita.
8. Tim Takhrij dan Tahqiq
Takhrij adalah menunjukkan atau menisbatkan hadits kepada sumber-sumbernya yang asli, yang mengeluarkannya dengan sanadnya. Sedangkan Tahqiq adalah semakna dengan Tadqiq (pemeriksaan secara seksama dan detil) di mana sebagian ulama menghampiri sebuah Makhthuth (Manu script) dari kitab-kitab karangan ulama ingin mencetaknya, akan tetapi cetakan ini perlu adanya naskah dengan tulisan yang baik, maka sang Muhaqqiq (orang yang melakukan Tahqiq) mengajukannya untuk dicetak, lalu mengevaluasi cetakan itu dan meneliti harakat naskahnya. Bila terdapat kata-kata yang perlu untuk dijelaskan, maka ia harus menjelaskannya dan bila terdapat kata-kata yang salah tulis oleh nasikh (pemindah tulisan asli), maka ia harus membetulkannya, lalu menyiratkan kepada upaya yang dilakukannya dalam tahqiq dan pembetulan ini.
Nah buku-buku terjemahan yang banyak memuat hadts biasanya sudah ada tim takhrij dan tahqiq yang meneliti buku itu, sehingga terhindar dari kekeliruan.
Demikianlah beberapa tips dalam memilih buku Islam atau hendak membelinya. Smoga bermanfaat.
ConversionConversion EmoticonEmoticon Off Topic